Dampak PPKM di Desa ranupani

by desaranupane | July 7, 2021

Peraturan pemerintah mengenai pembatasan kerumunan pada masyarakat, atau juga disebut dengan PPKM darurat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat’. pulau jawa dan Bali, sudah terealisasi molai tgl 03,07,2021 sampai tgl 20,07,2021 dengan melakukan pembatasan disetiap perbatasan antar kabupaten dan kota, dan juga melakukan penutupan wisata, pembatasan waktu membuka usahanya hingga pkl 08.00 malam, dan tidak memperbolehkan melakukan pesta atau hajatan yang membuat kerumunan dengan jumblah yang besar. sehingga harpannya bisa menekan lonjakan COVID19 di Indonesia baik kota maupun Desa

ranupanipun mengalami dampak dari PPKM darurat yang pemerintah keluarkan, seperti usaha dari BUMDes yang dikelola oleh kelompok karangtaruna Edelwaiss, iya itu Penitapan kendaraan roda dua dan empat,pelaku usaha UMKM Desa,warung dan kegiatan yang mengundang kerumunan masa dalam jumblah banyak, dikarenakan pemberlakukan PPKM darurat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat’. ,maka wisata pendakian Gunung semeru dan kegiatan penunjang wisata yang ada di Desa ranupani juga wisata kawasan TNBTS taman nasional bromo tengger semeru di tutup sementara sampai batas waktu yang belom ditentukan.
harapan dari pemerintah lewat peraturan PPKM darurat atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Masyarakat sadar akan bahaya yang diakibatkan COVID19 ini, sehingga Peraturan pemerintah ini lewat PPKM Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat bisa maksimal dalam penerapan dilapangan, dan tetap melakukan 3m mencuci tangan pakai sabun,memakai masker dan menjaga jarak minimal 1meter,untuk memutus penularan COVID19 di Indonesia dan juga jangan takut untuk di Vaksinasi oleh pihak kesehatan, karena sudah dipastikan aman dan melalui tahapan yang panjang, sehingga bisa memperkuat imun kita untuk malawan VIRUS COVID19. Hong Ulun Basuki Langgeng